Gambaran Umum Perancangan Sistem

Perancangan sistem merupakan salah satu fase pada SDLC. Pada fase sebelumnya, model logical dari sistem dikembangkan. Output dari fase ini merupakan suatu dokumen system requirements. Dokumen ini digunakan sebagai input pada fase perancangan sistem, dimana physical design dibuat untuk memenuhi system requirements.

Perancangan sistem dapat meliputi user interface design, data design, dan system architecture.

User interface design merancang user interface yang efektif dan menangani isu keamanan data dan kontrol. Pada tahap ini ditekankan pentingnya feedback dari user dan terlibatnya user pada semua keputusan perancangan. Saat user interface dirancang, perlu diingat bahwa interface ini haruslah mudah untuk dipelajari dan digunakan, meningkatkan produktivitas user, memudahkan permintaan bantuan, meminimalisasi masalah input data, dan menggunakan istilah dan gambar yang familiar.

Data design memerlukan keahlian tertentu bagi seorang analist untuk mengonstruksi physical model dari suatu sistem informasi. Perlu diingat bahwa file dan table mengandung data mengenai sekumpulan orang, tempat, sesuatu, atau kejadian yang dapat memperngaruhi sistem informasi. Suatu database terdiri dari tabel-tabel berhubungan yang membentuk suatu struktur data secara keseluruhan. DBMS merupakan serangkaian alat, fitur, dan interface sehingga user dapat menambah, memperbarui, mengelola, mengakses, dan menganalisa data pada database.

Suatu sistem informasi menggabungkan beberapa perangkat keras, beberapa perangkat lunak, data, prosesur-prosedur, dan pihak-pihak yang terlibat pada suatu system architecture. Arsitektur ini menerjemahkan design logical system ke suatu struktur fisik yang meliputi hardware, software, dan metode pemrosesan. Software disini meliputi program aplikasi yang menangani input, mengatasi logika pemrosesan, dan menyediakan output yang dibutuhkan.

Kendala Perancangan Sistem

Salah satu kendala pada perancangan sistem ada duplikasi data yang ada saat perancangan data pada sistem. Ini dapat diatasi dengan melakukan normalisasi data sebelumnya. Normalisasi merupakan suatu proses pembuatan tabel dengan memasangkan suatu field yang spesifik atau suatu atribut ke setiap tabel pada database. Normalisasi meliputi penerapan rangkaian aturan yang dapat membantu mengidentifikasi dan memperbaiki masalah dan kompleksitas pada perancangan tabel.

Kendala lain yang mungkin dialami adalah perancangan sistem yang secara tidak langsung merekam aktivitas pengguna tanpa sepengetahuan user tersebut. Kendalanya adalah beberapa pengguna merasa ini merupakan intrusi privasi secara tidak langsung. Beberapa user juga takut bahwa data yang diperoleh akan digunakan untuk alasan lain seperti penilaian performa user pada suatu pekerjaan. Ini merupakan salah satu kendala etis yang mungkin saja terjadi apabila suatu sistem dirancang.

Salah satu solusi untuk mengatasi kendala pada perancangan sistem adalah modular design dan prototyping. Pada modular design, komponen-komponen individu yang disebut sebagai module, dibuat sedemikian sehingga terhubung ke suatu program atau proses. Pada design struktural, setiap modul merepresentasikan suatu proses, yang dapat ditunjukkan pada suatu DFD dan didokumentasikan dalam process decription. Prototyping menghasilkan suatu produk yang dibuat atau dikonstruksi dengan cepat, yang dapat bekerja pada suatu sistem informasi. Prototyping merupakan teknik umum yang dapat digunakan untuk merancang apapun, dimulai dari rumah hingga jaringan komputer. Pada prototyping, feedback dari user merupakan bagian terpenting dan esensial dari proses pengembangan sistme.

Metode Memperoleh Data dan Informasi

Selain wawancara, terdapat beberapa metode untuk memperoleh data dan informasi. Metode ini meliputi document review, observasi, kuesioner dan survey, sampling, dan research. Teknik-teknik tersebut digunakan sebelum dimulai wawancara untuk mendapatkan gambaran wawancara dan membantu pembuatan pertanyaan wawancara yang lebih baik.

RAD (Rapid Application Development)

Rapid Application Development merupakan teknik berbasis team yang mempercepat pengembangan sistem informasi dan menghasilkan sistem informasi yang fungsinoal. RAD menggunnaan pendekatan kelompok namun dikembangkan lebih lanjut. Hasil akhir dari RAD adalah sistem informai yang baru. RAD merupakan metodologi yang lengkap, yang meliputi siklus hidup empat fase yang mirip dengan fase SDLC yang tradisional. RAD juga digunakan untuk mengurangi biaya dan waktu pengembangan serta meningkatkan kemungkinan keberhasilan.

RAD sangat bergantung pada prototyping dan user involvement. RAD memungkinkan pengguna untuk menelusuri suatu model seawal mungkin, menentukan apabila model tersebut memenuhi kebutuhan mereka, dan menyarankan perubahan yang diperlukan. Berdasarkan input dari user, suatu prototype dimodifikasi dan proses interaktif ini berlanjut hingga sistem dikembangkan secara sepenuhnya dan pengguna merasa puas.

Referensi

  1. Tilley, Scott, Harry J. Rosenblatt. Systems Analysis and Design Eleventh Edition. 2016. Course Technology.